Ketika stres muncul, badan terasa sakit-sakit semua, emosi gampang meletup, hati-hati, Ma, itu mungkin tanda-tanda Anda sudah terlalu jauh melupakan diri sendiri dan harus mulai lebih fokus memperhatikan diri Anda. Ya, segala kesibukan rumah tangga dan pekerjaan bisa demikian menyerap seluruh energi dan waktu Anda, membuat Anda lupa memperhatikan diri sendiri.
Kalau itu yang kerap terjadi pada Anda, Ma, hati-hati, bukan hanya stres yang akan hinggap di diri Anda, kesehatan fisik pun bisa terganggu, lho. Ya, bukankah pikiran dan fisik itu memiliki koneksi kuat dan saling memengaruhi? Yuk, mulai sekarang beri perhatian secara khusus pada diri sendiri, agar Anda bahagia dan sehat. Berikut ini 12 cara sayangi diri sendiri:
1. Tentukan tujuan-tujuan hidup Anda. Selain tujuan jangka panjang, tentukan tujuan-tujuan jangka pendek. Bisa mencapai tujuan jangka pendek menciptakan kepuasan dan memotivasi Anda untuk mengejar tujuan-tujuan lainnya.
2. Bekerja lebih efektif. Minimalkan lembur. Datang dan pulang kerja tepat waktu, dan buat serta patuhi manajemen waktu. Dengan begitu, Anda punya lebih banyak waktu untuk keluarga dan diri sendiri.
3. Fokus pada solusi. Anggap setiap masalah adalah tantangan. Jangan ngomel-ngomel atau panik berkepanjangan saat muncul masalah. Tenangkan diri, atur napas, cobalah untuk fokus mencari solusi terbaik dari setiap masalah. Jika sulit, minta pendapat orang lain yang bisa dipercaya. Tapi jangan sekadar curhat, ya. Anda harus tetap fokus bahwa Anda sedang mencoba mencari solusi masalah.
4. Berbagi beban. Jika memungkinkan, delegasikan beberapa tugas Anda kepada orang lain, baik itu tugas-tugas di rumah maupun kantor.
5. Jaga kesehatan. Mulailah rutin berolahraga, pilih yang paling Anda sukai dan tidak cepat membuat Anda bosan. Makan makanan bergizi dan alami, hindari junk food semacam gorengan pinggir jalan. Tidur cukup, minum banyak air putih. Keduanya penting untuk menangkal stres. Kekurangan air putih menyebabkan dehidrasi, sehingga tubuh tidak bisa berfungsi dengan baik dan berujung stres.
6. Menabung untuk diri sendiri. Selain tabungan keluarga, miliki tabungan khusus diri sendiri, yang bisa Anda gunakan untuk traveling dan persiapan saat pensiun.
7. Hindari pikiran negatif tentang diri sendiri. Terlalu kritis pada diri sendiri akan meningkatkan level stres. Pahami keunikan, kelebihan, dan keterbatasan Anda. Tingkatkan dan syukuri kelebihan Anda, dan maafkan kekurangan diri Anda.
8. Berhentilah membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Setiap orang memiliki jalan hidup, keberuntungan, dan kebahagiaan masing-masing. Tidak akan ada yang sama.
9. Hindari rasa bersalah. Jika Anda tidak bisa memenuhi satu dari sekian banyak hal dalam hidup, let it go. Belajarlah untuk berkata, ‘Tidak’, jika kondisi Anda memang tidak memungkinkan untuk berkata, ‘Ya’.
10. Pahami perasaan dan emosi Anda. Kecewa, sedih, marah, adalah perasaan-perasaan normal. Tapi jangan biarkan itu semua menumpuk dalam diri. Belajarlah mengelola emosi dengan lebih baik.
11. Miliki ‘me-time’. Memberi jarak pada semua beban dan rutinitas harian, lalu melakukan sesuatu yang Anda sukai atau inginkan hanya dengan diri sendiri atau teman-teman, itu penting. Ini bukan berarti Anda tidak bertangggung jawab terhadap anak-anak, keluarga, dan pekerjaan Anda. Justru ini bisa me-recharge baterai dalam diri Anda. Kalau Anda bahagia, keluarga juga bahagia, kan.
12. Bersyukur. Setiap bangun pagi, set pikiran positif dan ucapkan syukur Anda bisa bangun dan siap beraktivitas. Di akhir hari, catat semua pencapaian Anda hari itu, dan bersyukurlah. Fokus pada semua anugerah akan melerai stres, yang artinya Anda lebih mencintai diri sendiri.
Advertisements