sayangihidup.org

Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan (FKPK)

Tentang Kami

Tiada manusia dapat menciptakan kehidupan. Hidup merupakan karunia Tuhan. Tetapi hidup dapat terenggut secara alamiah oleh ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung a.l. peperangan, terorisme, penyakit, narkoba, kecerobohan, lingkungan hidup, adat / tradisi, kekerasan, pembunuhan.

Bayi-bayipun menghadapi ancaman, bahkan janin yang masih dalam kandungan terancam aborsi. Krisis moralitas mengancam hidup manusia. Khususnya pelecehan pada seksualitas dapat bermuara pada pornografi, seks luar nikah dan perkosaan. Dampak dari semua ini adalah terjadinya kehamilan yang tidak dikehendaki dan lahirnya bayi-bayi yang akan menderita karena perbuatan orang tuanya tsb.

Kehamilan yang tidak dikehendaki ini akan menimbulkan keinginan pada wanita untuk menggugurkannya (aborsi) atau membunuh bayinya setelah lahir. Oleh sebab itu perlu pertolongan pada mereka.

 

Pelayanan

  1. Pelayanan preventif : pendampingan para remaja, ortu dengan anak remaja, balita, bayi, pasutri baru, dan lain-lain.
  2. Pelayanan kuratif : pendampingan para wanita yang akan dan telah melahirkan anak yang tidak dikehendakinya melalui konseling tatap muka, hotline service, pendidikan kepada lingkungan agar dapat menerima kembali wanita itu dan anaknya; baik secara pasif maupun proaktif.
  3. Pelayanan bina lanjut : memberdayakan dan mengembalikan martabat para wanita yang mengalami masalah tersebut dengan pendidikan nilai, konseling,dsb
  4. Kegiatan-kegiatan advokasi : menentang “budaya maut” (culture of death), yakni budaya yang mengancam kehidupan manusia. Kemudian ikut menciptakan “budaya kehidupan” (culture of life) yang menerima, mencintai, membela, melindungi kehidupan yang ada sejak pembuahan.
  5. Proses adopsi yang legal dan profesional.

 

Kebutuhan

Agar usaha-usaha pelayanan yang diharapkan bersifat holistik dapat berjalan dengan baik, maka Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan, membutuhkan beberapa hal, antara lain:

  1. Tenaga relawan, baik tenaga ahli (medis, hukum, rohaniwan, psikolog, bidan, perawat, dll) maupun tenaga sosial.
  2. Tempat-tempat penampungan, baik untuk ibunya yang akan melahirkan, maupun untuk bayinya yang tidak diinginkan, bayi-bayi yang dibuang ataupun ditinggalkan oleh orang tuanya.
  3. Rumah sakit/poliklinik yang dapat membantu proses kelahiran bayi-bayi tsb.
  4. Lembaga/seseorang yang dapat membantu proses adopsi secara cepat, murah, tidak bertele-tele.
  5. Dana bagi pelayanan dan kegiatan-kegiatannya.
Advertisements