LAPORAN LOKAKARYA NASIONAL II PROLIFE

Rumah Retret Canossa, Jl. Utama I, Gg. Bakhita, Pondok Karya, Bintaro, Tangerang
Diselenggarakan oleh: Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan

LATAR BELAKANG

Untuk memantapkan jejaring sayang kehidupan (pro-life) yang sudah digaungkan sejak Musyawarah Nasional Pro-life tahun 2000 yl, dan diperjelas dalam Lokakarya Nasional Pro-life th 2006, bersama mitra-mitra yang tersebar di berbagai keuskupan Nusantara kami bermaksud mengenali dan menyiasati tanda-tanda perubahan zaman yang makin berpengaruh dalam kehidupan berkeluarga, sehingga makin diperlukan komunikasi yang baik di dalam keluarga, di antara suami istri maupun orangtua – anak. Dengan demikian terevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan dan tersusun rencana kerja baru.

Untuk itu ”MEMBANGUN HARMONI KELUARGA DALAM GLOBALISASI” menjadi tema yang diangkat dalam Lokakarya Nasional II Pro-life –pada 28-30 Agustus 2009 bertempat di Rumah Retret Canossa, Jl Utama I, Gg. Bakhita, Pondok Karya, Bintaro, Tangerang, dengan mengundang peserta dari semua keuskupan.

TUJUAN

1.Memahami tumbuh kembang manusia sejak anak, remaja, sampai lansia dan permasalahan mereka;
2.Memahami pendidikan nilai dan komunikasi yang baik dalam keluarga;
3.Memantapkan jaringan gerakan sayang kehidupan yang mulai tumbuh, serta mengevaluasi dan menyusun kegiatan.

PESERTA

Diikuti oleh 72 orang peserta termasuk 2 orang wartawan (UCAN dan Majalah Keluarga Kana) dan 27 orang pada hari kedua. Peserta lokakarya berasal dari 16 Keuskupan yang termasuk dalam 8 provinsi gerejawi:
Provinsi Medan: Keuskupan Sibolga : 1 orang
Provinsi Palembang: Keuskupan Agung Palembang: 4 orang
Keuskupan Tanjung Karang : 2 orang
Provinsi Jakarta: Keuskupan Agung Jakarta: 34 orang
Keuskupan Bogor: 1 orang
Keuskupan Bandung: 3 orang
Provinsi Semarang: Keuskupan Agung Semarang: 8 orang
Keuskupan Purwokerto : 2 orang
Keuskupan Surabaya : 4 orang
Keuskupan Malang : 2 orang
Provinsi Pontianak: Keuskupan Sintang : 2 orang
Provinsi Samarinda: Keuskupan Agung Samarinda: 2 orang
Keuskupan Banjarmasin : 2 orang
Provinsi Ende: Keuskupan Agung Ende : 1 orang
Keuskupan Denpasar : 3 orang
Provinsi Kupang: Keuskupan Agung Kupang : 1 orang

SUSUNAN PANITIA

Pelindung: Mgr. M. Angkur, OFM
Ketua: dr. Angela N. Abidin, MARS, SpMK
Sekretaris: Ella Sutiyono, SKM
Bendahara: Jeanny Widodo, SE
Anggota
: Rm. Agung Prihartana, MSF
: Sr. Hildegard, FMM
: Dra. Ag. Dosorini
Seksi Dana
: Bp. Richard Tanubrata
Bp. Gunawan Sutanto

Panitia Pelaksana
Ketua
Sekretaris & Dokumentasi Bendahara
Seksi transportasi
Seksi Persidngan-Liturgi-MC Seksi Prlengkpan& akomodsi
: DPP Wanita Katolik RI
: Dra. Della Pradipta
: Tina Mahendra
:Agnes Iwo, SKM
: Agnes Iwo, SKM & Ella, SKM
: Siska, Sherly Diana, Lenny Herawati
: Veronica Prayitno

RANGKUMAN D AN REKOMENDASI

Para peserta Lokakarya Nasional II Pro-Life yang merupakan utusan dari 12 keuskupan dengan tema “Membangun Harmoni Keluarga dalam Globalisasi” yang diselenggarakan di Rumah Retret Canossa, Bintaro, 28-30 Agustus 2009, setelah mendapat masukan dari para narasumber :

1. Mgr. Michael Angkur OFM dengan topik “Mengapa Peduli Pro-Life?”
2. Rm. Agung Prihartana MSF dengan topik “Keluarga di Persimpangan”
3. Rm. Ign. Swasono SJ dengan topik “Tinjauan Sosiologis Keluarga Masa Kini”
4. Dra. Inneke Suharti dengan topik “Tumbuh Kembang Anak, Masalah dan Gangguan Jiwa pada Anak”
5. Dra. Ag Dosorini dengan topik “Permasalahan Remaja Masa Kini”
6. Dr. Laurentius Panggabean SpKJ dengan topik “Lansia dan Permasalahannya”
7. Drs. Budi Santoso dengan topik “Pendampingan Anak dalam Keluarga”
8. Dra. Cynthia Hanafi dengan topik “Komunikasi Suami-Isteri”
9. Dra. Ratih Anjayani Ibrahim, MM dengan topik “Komunikasi Orangtua-Anak”
10. Rm. Jeremias Balapito Duan MSF dengan topik “Tinjauan Psikogenetik untuk Mengatasi Masalah dalam Keluarga”
dan juga berdiskusi dalam kelompok yang dibagi dalam 8 kelompok berdasarkan daerah, mengidentifikasi hal-hal sbb. :

I.PERMASALAHAN YANG ADA :

a. Penghayatan nilai dalam keluarga
b. Pornografi
c. Pergaulan/seks bebas
d. Homoseksualitas
e. Penyalahgunaan Narkoba
f. Masalah suami isteri
g. Perselingkuhan
h. Pindah agama – nikah
i. Kehamilan dini/di luar nikah (KTD)
j. Aborsi
k. Cerai
l. KDRT
m. Tekanan ekonomi ?PSK, menuntut ortu untuk mememenuhi gaya hidup
n. Ketidakpedulian terhadap orangtua/lansia
o. Lingkungan hidup

II.A. RENCANA MENCEGAH :

a. Pendidikan nilai/nilai hidup kristiani dalam keluarga
b. Pendidikan seksualitas di sekolah dan keluarga
c. Gereja membuka wawasan bagi orangtua yang konservatif
d. Penyuluhan narkoba untuk remaja
e. Retret keluarga
f. Sosialisasi UUKDRT, sosialisasi Pro-Life/FKPK
g. Discovery Program
h. Pendampingan Keluarga (pra/pascanikah, Balita)
i. Advokasi, family therapy
j. Seminar kesetaraan gender
k. Pelatihan wirausaha
l. Memberdayakan Tim Pendampingan Keluarga
m. Meningkatkan TOT untuk pendampingan remaja dan lansia
n. Penyuluhan HIV
o. Kader KBA
p. Katekese ekologi
q. Penyebaran pamflet
r. Konseling
s. Jejaring dg lembaga lain spt legio maria

II.B. RENCANA MENGATASI :

a. Meningkatkan pendidikan iman terutama bagi anak
b. Membangun jejaring dalam pendidikan iman,pendidikan seksualitas, pendidikan moral
c. Pendampingan/konseling keluarga, orang tua, remaja
d. Pendampingan keluarga bermasalah
e. Pendampingan dan motivasi korban KDRT
f. Bekerjasama dengan panti rehabilitasi
g. Rekonsiliasi keluarga
h. Memberi jalan keluar untuk menyelamatkan bayi, ibu dan masa depan keduanya (konseling, advokasi dan membantu mencari dana)
i. Retret tulang rusuk, luka batin
j. WK punya hotline dan shelter untuk korban KDRT
k. Pastoral care di Rumah Sakit
l. Kolaborasi dengan dokter
m. Membentuk Tim Pendampingan Keluarga di Paroki
n. Konseling secara pro aktif
o. Membentuk Shelter
p. Gerakan peduli lingkungan
q. Pembinaan umat

III.A KEKUATAN YANG ADA

a. Iman, Harapan dan Kasih
b. Gerakan dan pengetahuan mengenai Prolife
c. Lembaga dalam gereja (Komisi Keluarga, PSE, KKP, Legio Maria, JPIC, CU, ME, FOKAR, PERDHAKI dll)
d. Rumah Sakit, Balai Pengobatan dan tenaga kesehatan Katolik
e. Panti Asuhan
f. Kerjasama dengan pemerintah
g. Tim untuk konseling
h. Pelatih utk pendamping
i. Adanya bekal yang sudah dimiliki
j. SDM cukup tapi masih berdiri sendiri-sendiri
k. Kerjasama dan jejaring
l. Keterbukaan untuk bekerja sama dengan kelompok/agama lain
m. Kerjasama dengan LSM lain
n. Relawan yang siap
o. Surat Gembala
p. Dukungan pemimpin keuskupan

III.B. KELEMAHAN YANG ADA

a. SDM dan sistem jejaring masih lemah, masih bekerja sendiri-sendiri
b. Sosialisasi pro-life masih lemah
c. Dukungan hirarki gereja, lembaga, tarekat masih kurang
d. Koordinasi belum berjalan dengan baik
e. Belum ada sumber dana
f. Keterbatasan sumber daya manusia
g. Ada Keuskupan yang belum punya Komisi Keluarga
h. Kurang komitmen dan konsisten (pekerjaan rangkap)
i. Belum ada lembaga khusus yang menangani masalah keluarga

IV. UPAYA MENGATASI KELEMAHAN DAN MITRA YANG AKAN DILIBATKAN

a. Membangun jejaring
b. Sosialisasi Prolife
c. Mengusulkan dibentuk Komisi Keluarga
d. Panduan komunikasi dlm keluarga
e. Melibatkan Lembaga Gereja, tenaga kesehatan, Komnas HAM

V. PELAYANAN KTD YANG SUDAH ADA

a. Konseling KTD, KBA
b. Shelter
c. Pelayanan dokter/bidan
d. Panti asuhan, JPIC
e. Pelayanan di bidang rohani dan hukum
f. Pendamping/relawan
g. Komisi Pelayanan/pendampingan dari MSF
h. Pertemuan regio lintas komisi

VI. PERAN DALAM PENANGANAN KTD

a. Konseling
b. Pendampingan remaja
c. Pendampingan remaja, keluarga
d. Pendamping dalam bidang kesehatan, rohani dan hukum
e. Sosialisasi hasil loknas ke uskup dan lembaga lain dll
f. Membangun jejaring dengan pihak terkait
g. Memiliki rumah aman
h. Pelayanan dokter

VII. LEMBAGA YANG DAPAT DIAJAK BERJEJARING

a. Organisasi Gereja (WKRI, ME dll)
b. Biarawan/ biarawati
c. Rumah Sakit/Klinik
d. Pemerintah
e. Dinas sosial, LBH, P2TP2A dll
f. Kelompok peduli perempuan Rifka Anisa, JMP, FRG, LSM yang peduli perempuan
g. Perdhaki Wilayah
h. Komnas HAM,
i. Yayasan peduli ibu dan anak
j. LSM peduli lingkungan
k. CU

VIII. DUKUNGAN DARI FKPK YANG DIPERLUKAN

a. Pelatihan untuk relawan
b. Pembinaan
c. Fasilitator/narasumber
d. Media (leaflet, CD, VCD dll)
e. Modul, alat peraaga, CD
f. Dana/donatur
g. Pelatihan untuk relawan
h. Dukungan dana
i. Lokakarya di tingkat keuskupan (survei kondisi keluarga di keuskupan Denpasar)
j. Informasi berkala (buletin, website)
k. Sosialisasi aktivitas/ gerakan prolife ke sekolah, OMK
l. Kunjungan Pastoral Bp. Uskup ke Paroki-paroki

PENUTUP

Sebagai rencana tindak lanjut, butir-butir dalam rekomendasi akan diangkat dalam rapat Pengurus Inti untuk menjadi program kerja FKPK 2010.

Jakarta, 22 Oktober 2009

Dr. Angela N. Abidin, MARS, SpMK

Advertisements