Tidak terasa usia FKPK sudah memasuki 23 tahun. Usia komunitas yang matang  dalam memberi perhatian dan pelayanan  bagi orang-orang yang membutuhkan.  Mengambil tema “Syukur  atas Kiprah FKPK Selama 23 tahun Dalam Mewujudkan Kerahiman Bapa Bagi Manusia” FKPK menyelenggarakan  Novena Rosario untuk Kehidupan  pada setiap Hari Minggu Pkl. 14.00 dari tanggal 4 Juli-29 Agustus 2021 secara daring via zoom meeting.

Inisiatif pembentukan FKPK pada tahun 1998 diawali oleh respon akan banyaknya bayi aborsi yang dibuang di tempat sampah dalam bungkus kantong plastik. Beberapa lembaga mulai bergabung dengan FKPK dan saling mendukung dalam melayani baik buat perempuan dengan KTD (Kehamilan Tak Diinginkan) maupun bayi yang terlantar. Ada yang memberi konseling, memberi tempat penampungan, bantuan pengobatan dll.

Tema kehidupan bukan hanya persoalan kehamilan dan kelahiran tetapi juga pertumbuhan masa kanak-kanak, remaja, dewasa, pernikahan, dan lanjut usia. FKPK juga memberi perhatian terhadap tahap-tahap kehidupan tersebut. Ujud-ujud Doa Novena ditujukan untuk semua tahap tersebut.   

Novena I : Bunda Maria, Pelindung Bayi dan Balita

Novena II: Bunda Maria, Cermin Kekudusan Bagi Para Remaja

Novena III: Bunda Maria Pohon Sukacita Kami. Doa Bagi Pergumulan Para Dewasa Muda

Novena IV: Maria Bunda Penasehat Yang Baik. Doa Bagi Pergumulan Keluarga

Novena V: Maria, Bejana Kebaktian Yang Utama. Doa Bagi Kehidupan Pernikahan Berusia Kurang dari 10 tahun

Novena VI: Maria, Bunda Orang Beriman. Doa Bagi Pergumulan Para Lanjut Usia

Novena VII: Maria, Bunda Yang Setia, Doa Bagi Pergumulan Para Lansia

Novena VIII: Maria, Bunda Sukacita Para Lansia. Doa dan harapan bagi mereka yang berada dalam masa kritis.

Beberapa perwakilan komunitas jejaring dilibatkan dalam kegiatan doa ini. Selain aktifis lama juga hadir wajah-wajah baru yang ingin terlibat dalam pelayanan pro life diantaranya Komunitas Lansia KAJ, Legio Maria, Marriage Encounter, Domus Cordis, Aktifis Lingkungan Hidup Paroki Kampung Sawah Bekasi, dll. Ketua FKPK dr Felix Gunawan menyampaikan kegembiraannya atas kesuksesan terlaksananya novena dengan memperluas jaringan dan menambah teman-teman baru. “Dengan kegiatan ini kita diberi semangat baru untuk melanjutkan pelayanan memperjuangkan kehidupan. Kita mulai lagi menggerakan gerakan pro life untuk membantu semakin banyak orang”.

Penutupan Novena Rosario(29/8/2021) menjadi istimewa karena oma oma dari Rumah Lansia Atmabrata turut hadir dalam novena ini. Via zoom dapat disaksikan, oma-oma sudah duduk di kursi masing-masing dalam ruangan besar dengan didampingi Bruder Petrus dan Frater. Dalam pengantar tema “Maria, Bunda Sukacita Para Lansia”, Bruder Petrus menyampaikan:

Setiap hari, sehari dua kali kami para lansia Atmabrata mendaratkan doa rosario sebagai doa rutin lansia. Sebuah doa yang membuat hati lebih tenang, hati lebih damai, hati lebih tertata karena setiap manik dalam rosario yang mendaratkan doa salam Maria di daraskan bergantian dari para lansia..

Para lansia dengan jenis suara beda, kecepatan beda, penghafalan yang ada kata Ilang, bahkan dengan adanya yang budek dan tuli membuat doa menjadi lebih memiliki seni. Sebuah doa peneguhan, sekaligus penghiburan dalam diri lansia. Sejarah doa salam Maria dari rosario berasal dari 3 sumber yaitu, dari Salam Malaikat Gabriel saat mengunjungi Maria, dari St Elisabet saat dikunjungi Maria, dan dari permintaan umat beriman kepada Maria..

Maria menjadi pelaku sepanjang sejarah dan ini dilakukan dari lahir sampe mati, melakukan karya diantara lahir dan mati. Sehingga doa salam Maria, secara istimewa doa rosario adalah doa kegembiraan semua orang khususnya lansia atmabrata..

“Doa Rosario adalah senjata pertahanan yang diberikan Bunda Maria untuk melawan Iblis. Maka para kudus banyak berpesan untuk berdoalah Rosario setiap hari. Ada banyak karunia yang akan kita dapatkan lewat doa Rosario”.

Penutupan Novena dilanjutkan dengan  Misa Syukur HUT ke-23 FKPK  oleh Mgr Christophorus Tri Harsono, Ketua Komisi Keluarga KWI secara livestreaming  dari Katedral Purwokerto. Dalam homilinya Mgr Tri berpesan bahwa dalam kehidupan kita sebagai orang beriman diingatkan untuk menjaga kesesuaian antara laku doa dan perbuatan. Janganlah terpesona dengan mengejar tampilan luar tetapi juga menjaga kedalaman iman kita. Bukan hanya sekedar mendengar Sabda Allah tetapi juga melaksanakan Saba Allah. Mulai hari ini mulailah dengan doa yang dihidupi dalam perjalanan hidup kita.  Semoga FKPK terus bertumbuh dengan menjaga kedalaman iman dengan berbagai perhatian pada sesama manusia. Selamat Ulang Tahun FKPK!