HLI ASPAC 2025, juga dikenal sebagai Kongres Human Life International (HLI) Asia Pasifik ke-24, diadakan pada 21-23 November 2025 di Sibu, Sarawak, Malaysia, berfokus pada Faith, Life, dan Family (Iman, Kehidupan dan Keluarga) dengan tema “I Praise You Because I Am Fearfully & Wonderfully Made” (Mazmur 139:14).

Pentingnya menjalin kerjasama lintas kepercayaan
Dalam acara ini para tokoh pejuang kehidupan hadir untuk mempromosikan nilai kehidupan dan keluarga, menampilkan pembicara utama Father Shenan J. Boquet selaku President Human Life International dan tamu kehormatan Uskup Agung Wojciech Zaluski, Apostolic Nuncio untuk Malaysia dan Timor Leste, dan Apostolic Delegate untuk Brunei Darussalam. Dalam sambutannya, Uskup Agung Wojciech menekankan perlunya menjalin kerjasama lintas kepercayaan untuk mempertahankan nilai dasar kemanusiaan ketika dunia berhadapan dengan tantangan sosial yang semakin kompleks.
Acara ini merupakan bagian dari seri kongres dua tahunan HLI Aspac yang diadakan di berbagai negara Asia Pasifik secara bergantian. Panitia penyelenggara kali ini adalah kerjasama antara HLI, Caritas Sibu, Keuskupan Sibu dan Kantor Residen Sibu, dengan ketua panitia Eta Ting Ming Na, Direktur Caritas Keuskupan Sibu.
Dalam acara ini hadir sekitar 200 peserta dari berbagai negara yaitu India, Indonesia, Jepang, Filipina, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat, Italia dan Polandia , serta tentunya sebagian besar berasal dari Malaysia. Dari Indomesia hadir Sr. Margaretha FSGM dan dr. Angela CM Nusatia, SpMK dari FKPK (Forum Komunikasi Penyayang Kehidupan). Para uskup dari sekitar Sibu juga ikut menghadiri acara ini yaitu Uskup Agung Kuching Dato Dr Simon Poh, Uskup Sibu Joseph Hii Teck Kwong, Uskup Agung Kota Kinabalu, Datuk John Wong Soo Kau, dan Uskup Emeritus Miri Anthony Lee Kok Hin.
Selain narasumber dari HLI, yaitu Dr. Ligaya Acosta (HLI Regional Director for Asia and Oceania), Dr. Brian Clowes (U.S.A.) (Director of Education and Research of HLI), Rev. Fr. Dr. Erby Davy Lajara, Ph.D., CBe. (Philippines) (Spiritual Director, HLI-Asia/Oceania), Rev. Fr. Francesco Giordano, STD (Rome) (Rome and Europe Director, HLI), juga ditampilkan narasumber dari berbagai negara peserta, yang menceritakan kisah-kisah perjuangan mereka dalam membela kehidupan di tempat masing-masing, a.l. Ewann Perreira, 13, (Goa, India), Mrs. Charita Balena, (Philippines), dr. Angela CM Nusatia, Sp.MK (Indonesia), dan Ms. Dorothy Kuek (Malaysia),.
Sore hari diadakan March for Life yang diikuti oleh sekitar 150 peserta, dalam upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mempromosikan dan melindungi kesucian hidup manusia. Dalam acara ini peserta berhimpun tidak hanya dengan komunitas Katolik tetapi juga mengundang komunitas lain untuk bergabung dalam menyoroti betapa berharganya kehidupan. Kehidupan merupakan anugerah yang diberikan kepada kita untuk membantu satu sama lain, menghormati, dan melindungi mereka yang tidak memiliki suara, yang kita sebut sebagai mereka yang tidak bersuara, seperti misalnya anak yang belum lahir.
Peserta memulai pawai sekitar pukul 18.00 di RH Hotel (tempat diselenggarakannya acara Kongres HLI ASPAC ke 24) dan menyusuri Jalan Bujang Suntong menuju Pasar Malam Sibu. Sebelum pawai dimulai, terjadi hujan lebat, namun langit cerah dengan cepat tepat pada saat peserta akan mulai berjalan keluar hotel..
Hari kedua kongres dimulai dengan Misa Kudus yang dipimpin oleh Uskup Joseph Hii Teck Kwong dari Sibu.
Kemudian, Fr Dr Erby Davy Lajara menyampaikan materi bejudul “The Moral Limits To Technological Manipulation Of The Human Body”, diikuti materi yang diberikan oleh Fr Shenan dengan tema “The Central Role of The Family In Society: Protecting God’s Design For Marriage And Family Life”. Para peserta berpeluang memilih salah satu dari antara enam judul ceramah singkat yang disampaikan oleh enam penceramah di ruang yang berbeda.
Hari kedua ditutup dengan makan malam bersama serta persembahan kebudayaan berbagai suku yang terdapat di Sarawak. Yang menarik panitia mengajak peserta untuk melakukan line dance bersama, yaitu tarian Poco-poco.
Hari ketiga diawali dengan ceramah “Promoting Pro-Life Legislation and Family Values” yang disampaikan oleh salah seorang anggota Kongres, Jude A. Acidre dari Filipina dan ceramah “Getting Back On Track With God: Clearing Obstacles To Faith” oleh Dr Erwin Vincent G. Alcala.
Eta Ting Ming Na, kemudian menyampaikan ucapan terima kasih, diikuti dengan sambutan penutup oleh Fr Shenan dan Dr Ligaya mengumumkan tuan rumah HLI ASPAC ke-25 pada 2027 adalah Tacloban, Filipina. Acara ditutup dengan Misa Kudus dan makan siang.
Peserta kemudian diajak berkunjung ke rumah panjang dan menyaksikan budaya masyarakat Sibu yang terdiri dari beberapa suku yang berada di sekitar Sibu, Sarawak sebelum kembali ke tempat masing- masing. Terpujilah Allah selama-lamanya.








